
Terapi dengan Sendok dan Tanduk Kerbau
Dengan menggunakan bermacam-macam sendok, para terapis melakukan terapi stimulasi saraf dan otot. Tak sedikit orang yang berhasil sembuh dengan cara pengobatannya yang unik itu. Mulai dari penyakit ringan hingga kronis
Menurut terapis NTS Clinic, orang yang datang ke NTS Clinic, kebanyakan mengeluh dengan berbagai macam penyakit. Umumnya mereka yang datang membawa hasil pemeriksaan laboratorium dokter dan telah berobat bertahun-tahun ke dokter. Biasanya mereka mengeluh sudah capai berobat dan minum obat, tetapi penyakit tidak kunjung sembuh.
“Hasil pengalaman, saya menangani beberapa pasien dengan berbagai macam keluhan, setelah dilakukan terapi dengan stimulasi saraf dan otot, ternyata sembuh. Akhirnya dapat saya simpulkan, ternyata semua keluhan penyakit itu, bermula dari saraf tulang belakang. Karena inti dari terapi stimulasi saraf dan otot ini adalah di tulang punggung,”katanya.
Setelah dipelajari, ternyata di tulang pungung itu adalah pusat segalanya. Ditulang punggung itu, terdapat otot dan saraf yang menghubungkan semua organ tubuh. Sehingga bila terdapat saraf tulang belakang yang mengalami masalah, pasti akan menimbulkan rasa sakit. Masalah pada saraf tulang belakang itu misalkan, jaringan otot yang terjepit. Jika jaringan yang terjepit, otomatis peredaran darah dan metabolisme tubuh terganggu, keluhan penyakitpun akan muncul.
Salah satu keluhan dari pasien yang terjepit otot tulang belakangnya misalkan kepala sering pusing. Jika tidak segera diobati, bisa mengakibatkan migrain dan vertigo. Tapi ada juga yang berawal dari terjepitnya otot di tulang belakang, si pasien mengakibatkan sakit lambung dan ginjal. Berbagai penyakit lain yang muncul selama ini,sering berkonsultasi di NTS clinic adalah stress, stroke atau lumpuh. Pada intinya, jika peredaran darah lancar, otomatis tingkat kekebalan tubuh juga akan baik. Bila kekebalan tubuh membaik, otomatis penyakit tidak akan masuk ke tubuh kita.Deteksi Penyakit Pasien yang datang ke klinik, datang sambil membawa riwayat kesehatan. Tapi banyak juga pasien yang datang dengan keluhan penyakit yang tidak jelas. Misalkan sesekali sakit perut, kemudian sakit pinggang dan sesekali sakit kepala. Jika ada orang yang datang dengan keluhan yang tidak jelas ini ,para terapis akan mendeteksi penyakit yang ada di pasiennya dengan tenaga prana, tanpa menggunakan tenaga prana, penyakit yang diderita seseorang sudah dapat diketahui. Misalnya,dengan posisi duduk seseorang yang suka membungkuk. Umumnya, orang dengan posisi duduk yang seperti ini, pasti mempunyai permasalahan dengan tulang punggung. Setelah mengetahui tempat yang sakit, kemudian mulailah dilakukan terapi. “Pertama kali,terapi yang terapis lakukan dengan melakukan pemijatan. Kemudian terapi yang dilakukan berkembang menggunakan alat. Saat ini alat-alat terapi yang digunakan adalah sendok yang terbuat dari alumunium dan alat yang terbuat dari tanduk kerbau. Bentuknya pun bermacam-macam,tergantung pada kegunaannya.”ungkapnya. Misalkan sendok nasi, digunakan untuk melakukan terapi pada bagian tubuh yang luas. Misalnya punggung, dengan menekan-nekan permukaan tubuh. Sedangkan untuk sendok makan atau sendok sayur, digunakan untuk melakukan terapi di bagian tubuh yang tidak luas. Misalnya tangan, kaki, leher atau tempat yang lain yang permukaannya tidak begitu luas. Ada juga bentuk alat terapi yang bentuknya runcing. Tujuannya untuk mencari otot atau bagian saraf yang di bagian yang permukaannya sempit dan tersembunyi, misalnya disela-sela jari tangan, kaki atau tempat-tempat tersembunyi lainnya.Sedangkan untuk saraf dan otot kepala, alat terapi yang digunakan bentuknya khusus yaitu berbentuk sendok sayur dengan bagian sisi lainnya dibuat runcing-runcing.Tujuannya untuk di bagian kepala tidak terhalang oleh rambut. “Kalau ditanya,berapa kali terapi yang harus di lakukan supaya penyakit sembuh, semua tergantung penyakit dan kondisi orangnya. Ada orang yang fisiknya terlihat berat penyakitnya,tapi kenyataannya hanya tiga kali terapi sudah sembuh.Tapi sebaliknya, ada yang fisiknya terlihat tidak berat, ternyata dengan lima kali juga belum sembuh.,”ungkap terapis.Kompromi Dengan Pasien Untuk satu kali terapi, dilakukan selama 30-40 menit. Bagi mereka yang tinggalnya di luar kota, terapi akan di lakukan setiap hari. Tapi bagi mereka yang tinggalnya di dalam kota Jakarta tapi penyakitnya berat, terapinya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Setelah terapi, ada tiga hal yang menjadi pantangan bagi pasien.Yaitu makanan tidak berlebihan,selalu berfikir positif dan menjaga sikap tubuh . “Orang yang sakit, sebaiknya selalu berfikir positif. Artinya,mereka harus yakin sembuh dan bersemangat untuk sembuh. Sehingga bila melakukan terapi, misalnya terapi jalan, awalnya memang sakit. Tapi kalau sakit selalu dilawan, lama kelamaan,orang yang tidak bisa berjalan bisa sembuh. Hal ini tidak lepas dari umur si pasien. Mereka yang umurnya muda, jelas lebih cepat sembuh bila dibandingkan mereka yang usianya lebih tua,”jelasnya. Bagi mereka berobat di klinik itu, selalu disarankan untuk selalu bersikap baik Misalnya untuk duduk dan tidur harus dalam posisi tegak. Tujuannya supaya peredarannya lancar.Setelah bangun tidur jangan langsung berjalan ke kamar mandi atau tempat lain. Lakukan pemanasan terlebih dahulu. (Wuri/foto: Sarwito)
-disadur dari Tabloid MamaMia! ed.57, 3-9 Nov 2008.-
Lanjutkan Membaca......